Tumbuhan Jahe yang Mempunyai Banyak Manfaat

Tumbuhan Jahe yang Mempunyai Banyak Manfaat

Tanaman jahe atau zingiber officinale, adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah rempah dan bahan obat alami. Rimpangnya dapat berbentuk jemari yang menggembung di ruas ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan karena senyawa keton bernama zingeron. Jahe termasuk dalam zingiberaceae. Jahe diperkiran berasal dari India. Namun, ada pula yang mempercayai jahe berasal dari Republik rakyat tiongkok selatan. Dari india, jahe dibawa sebagai rempah perdagangan Asia tenggara, Tiongkok, Jepang, sampai Timur Tengah. Kemudian pada saat zaman kolonialisme, jahe yang bisa memberikan rasa hangat pedas pada makanan segera menjadikan komoditas yang populer di Eropa.

Manfaat jahe

Manfaat jahe bukan hanya dianggap sebagai tumbuhan yang bisa menghangatkan tubuh saja. Jahe merupakan tanaman yang berasal dari Asia Tenggara. Tanaman jahe ini kemudian menyebar ke berbagai negara. Terkenal karena aromanya yang khas, jahe dijadikan bahan masakan sekaligus pengobatan alternatif di Cina, India, hingga Timur Tengah. Saat memilih jahe terutama jika ingin Anda gunakan untuk pengobatan, Anda dapat memilih jahe yang masih segar, strukturnya kokoh, halus, dan tidak berjamur. Jahe yang segar memiliki rasa yang lebih kuat jika dibandingkan dengan jahe bubuk, kandungan gingerol yang baik untuk kesehatan juga masih banyak terdapat pada manfaat jahe yang segar. Untuk memanfaatkan jahe yang segar, Anda bisa mencampurkan jahe dengan masakan olahan seafood, topping salad, dan campuran smoothies atau jus Anda.

Namun jika lebih memilih jahe dalam bentuk bubuk, pastikan anda memilih bubuk jahe yang masih murni. Minuman bubuk jahe yang dijual di pasaran biasanya sudah mengandung tambahan gula. Simpan bubuk jahe dalam wadah tertutup rapat dan disimpan ditempat yang kering, gelap, dan tidak pengap atau panas. Berikut adalah manfaat jahe bagi kesehatan tubuh Anda.

Mengatasi masalah pencernaan

Manfaat jahe
Via : resepkoki.id

Manfaat jahe mempunyai sejarah panjang dalam mengatasi masalah terkait pencernaan. Dikenal dari generasi ke generasi, jahe merupakan salah satu bahan alternatif untuk bisa mempelancar sistem pencernaan. Kandungan phenolic dalam jahe berguna untuk seikit mengobati gejala iritasi gastrointestinal, menstimulasi air liur, mencega terjadinya kontraksi pada perut, sampai membantuk pergerakan makanan dan minuman selama berada di pencernaan. Jahe juga disebut sebagai carminative, suatu subtiansi yang bisa membantu mengeluarkan gas yang berlebihan yang ada di dalam sistem pencernaan Anda. Masalah pencernaan seperti kolik dan dispepsia dapat diatasi dengan menggunakan jahe.

Mengurangi mual

Manfaat jahe lainnya adalah dapat meredakan mual yang disebabkan oleh morning sickness, vertigo, maupun efek samping pengobatan kanker. Anda dapat memakan jahe secara mentah atau menjadikannya minuman terlebih dahulu, jahe dalam bentuk permen juga bisa bekerja dengan sangat baik terutama dalam mengatasi mual yang di derita ibu hamil.

Mengurangi rasa sakit

Di penelitian yang di lakukan oleh University Of Georgia menyatakan bahwa konsumsi suplemen jahe setiap hari dapat mengurangi rasa sakit pada otot uang diakibatkan oleh berolahraga hingga 25%. Manfaat jahe juga bisa mengurangi rasa sakit akibat dysmenorrhea, rasa sakit pada saat menstruasi. Di dalam suatu penelitian, dijelaskan bahwa 60% wanita menahan rasa sakit yang dikarenakan oleh menstruasi berkurang setelah mengonsumsi jahe.

Membantu proses detoksifikasi dan mencegah penyakit kulit

Jahe merupakan salah satu jenis makanan yang disebut diaphoretic, manfaat jahe juga bisa memicu keluarnya keringat. Pengeluaran keringat bermanfaat bagi Anda terutama saat Anda sedang demam atau flu. Selain membantu proses detoksifikasi, berkeringat ternyata juga dapat melindungi Anda dari mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit. Para ahli meneliti sejenis protein yang disebut dermicidin, diproduksi pada kelenjar keringat dan berfungsi melindungi tubuh dari bakteri seperti E-coli, staphylococcus aureus, serta jamur yang dapat menyebabkan penyakit kulit.

Melindungi dari resiko kanker

Salah satu kandungan dalam manfaat jahe yang berperan dalam mencegah kanker adalah gingerol, phytonutrient dalam jahe yang juga memberikan rasa pada jahe yang unik. Gingerol dapat mencegah pertumbuhan sel kanker usus besar. University of Minnesota melakukan percobaan kepada sekelompok tikus, pada kelompok yang diberi gingerol terdapat 4 tikus yang mengalami tumor usus besar, sementara pada kelompok yang tidak diberi gingerol terdapat 13 tikus yang mengalami pertumbuhan tumor. Sampai pada hari ke 49 penelitian, seluruh tikus yang tidak diberi gingerol akhirnya disuntik mati karena pertumbuhan tumornya sudah terlalu besar, sementara pada tikus yang diberi gingerol ukuran tumornya setengah dari ukuran tikus yang disuntik mati. Peneliti yang sama kemudian menguji apakah selain mencegah pembentukan tumor, gingerol juga dapat mencegah penyebaran dan mengurangi tingkat keparahan sel tumor. Penelitian tersebut memberikan hasil positif. Gingerol dinilai mampu mencegah penyebaran dan bertambah parahnya sel tumor yang sudah tidak dapat dioperasi.

Anti peradangan

Gingerol ternyata juga bersifat anti-inflamatori. Hal ini menjelaskan mengapa mereka yang menderita penyakit persendian seperti osteoarthritis dan rematik melaporkan berkurangnya rasa sakit setelah mengonsumsi jahe secara teratur. Mengonsumsi jahe tidak hanya mengurangi rasa sakit tetapi juga mengurangi pembengkakan pada bagian yang sakit. Jahe diperkirakan dapat menghambat komponen yang berperan dalam proses inflamatori dalam tubuh seperti sitokin, kemokin, kondrosit, dan leukosit.

Jahe merah

Jahe adalah salah satu tanaman kesehatan yang digunakan untuk membantu mengatasi mual, batuk, hingga penyakit penyakit serius lainnya. Namun, tahukah Anda manfaat jahe merah? Tidak seperti jahe pada umumnya, jahe merah memiliki warna merah karena kandungan antosianin pada kulitnya.

Mengenal jahe merah

Jahe merah
Via : maxmanroe.com

Jahe merah mempunyai nama latih yaitu Zingiber officinale. Secara umum, ada tiga jenis jahe yang digunakan di Indonesia, yaitu jahe putih atau jahe emprit, jahe gajah atau jahe putih besar, dan jahe merah. Jahe putih dan jahe gajah memiliki kandungan dan rasa pedas yang hampir sama, yang membedakan hanya ukurannya, dimana jahe gajah memiliki ukuran yang lebih besar. Keduanya umum digunakan sebagai bumbu atau rempah masakan ataupun minuman. Sedangkan jahe merah merupakan jenis jahe yang lebih lazim digunakan sebagai bahan baku obat obatan.

Perbedaan mendasar jahe merah dengan jahe lainnya

Salah satu keunggulan jahe merah dibanding dengan jenis jahe lainnya adalah :

Memiliki rasa pedas, yang dihasilkan dari zat keton zingeron, yang lebih banyak dari jahe putih atau jahe gajah

Memiliki kandungan serat yang lebih kecil, mirip jahe putih, daripada jahe gajah.

Mengandung minyak atsiri dengan kandungan paling besar, yaitu hampir 4% dari total berat kering.

Dengan keunggulan tersebut jahe merah lebih memiliki kandungan zat dan fitonutrien yang lebih banyak ketimbang dua jenis jahe lainnya. Tak heran manfaat jahe merah juga banyak diolah menjadi bahan baku minyak jahe dan obat.

Manfaat jahe merah bagi tubuh

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kandungan gizi, fitonutrien dan minyak atsiri yang terdapat pada jahe merah yang lebih unggul daripada dua jenis jahe lainnya. Hal tersebut juga membuat fungsi dasar yang ada pada jahe, yaitu kandungan antioksidan, antiemetik, hingga nati bakteri dan peradangan, lebih maksimal kadarnya pada jahe merah. Bedasarkan dari sebuah penelitian, berikut adalah manfaat jahe merah yang bisa didapatkan tubuh :

  1. Memiliki efek laksatif atau pencahar yang baik untuk pencernaan.
  2. Mengurangi gejala demam dan flu.
  3. Memiliki sifat antiemetik yang kuat, yaitu efektif mengurangi rasa mual, muntah dan mengatasi mabuk perjalanan.
  4. Mengurangi gejala rematik dan sakit pinggang.
  5. Mengurangi radang pada tenggorokan dan bisa menjadi pelega tenggorokan.
  6. Mulai diteliti manfaat jahe merah untuk mendukung optimalisasi fungsi paru-paru.
  7. Mencegah hipertensi dan penyakit kardiovaskular.
  8. Mencegah penyakit degeneratif pada saraf dan otak.
  9. Mengatasi pusing yang disertai mual.

Mengonsumsi jahe merah dengan baik

Untuk mengonsumsi jahe merah mirip dengan mengonsumsi jahe biasa , Anda bisa mengonsumsi jahe merah seperti cara cara pad umumnya. Berikut adalah beberapa cara yang anda bisa terapkan saat mengonsumsi jahe merah

  1. Mengonsumsi jahe merah muda secara langsung.
  2. Mengonsumsi jahe merah segar yang dihaluskan untuk bumbu masakan maupun bahan utama minuman rempah alami.
  3. Memilih jahe merah kering atau bubuk yang telah untuk diseduh atau dibuat campuran minuman.
  4. Mengonsumsi minyak jahe merah, dengan takaran dan cara penggunaan yang tepat.
  5. Hindari menambahkan banyak gula atau pemanis buatan pada minuman jahe karena bisa mengganggu penyerapan zat antioksidan yang ada pada jahe.
  6. Konsumsi secukupnya, batasi konsumsi jahe paling banyak 1-2 ruas ibu jari atau ½ -1 sendok makanan bubuk jahe merah dalam satu hari.

Khasiat jahe

Jahe beraroma khas ketika diseduh bersama air panas dan begitu hangat di badan saat dirasakan. Bumbu dapur yang satu ini memang selalu digunakan dalam setiap masakan. Apalagi untuk masakan Indonesia yang kental akan rempah rempah dapur, jahe akan sering dijumpai di dalamnya. Terlepas dari perannya di masak memasak, jahe ternyata memiliki banyak khasiat kesehatan.

Mengatasi perut kembung

khasiat jahe
Via : hallosehat.com

Khasiat yang pertama dari jahe adalah dapat mengurangi gangguan pada pencernaan seperti kempung. Menurut ahli kesehatan, kembung diakibatkan oleh udara yang sudah terlalu banyak masuk di dalam perut dan sulit dikeluarkan. Mengunyah irisan jahe atau mencampurnya ke dalam minuman bisa membantu mengatasi kembung dan mendorong gas yang di dalam perut keluar.

Mengurangi pusing

Suatu studi yang dilakukan di Amerika menyebutkan jika jahe dapat membantu mengurangi pusing kepala. Zat anti inflamasinya dapat membendung hormon yang bisa memicu inflamasi kelebihan dan membuat kepala menjadi pusing. Buatlah beberapa irisan jahe dan tempelkan di bagian kiri-kanan kepala. Efek hangatnya dapat membantu mengurangi rasa sakit di kepala.

Meningkatkan daya tahan tubuh

Alyssa menambahkan bahwa jahe juga menyimpan senyawa antioksidan. Zat ini dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh si kecil. Anda bisa memasukkan jahe ini ke dalam segelas susu hangat buat si kecil. Bisa juga dimasukkan ke dalam masakan maupun dicampurkan dalam kue jahe yang begitu digemari anak-anak.

Mencegah gangguan mulut

Lebih lanjut Alyssa menjelaskan jika jahe juga memiliki peran yang baik untuk menjaga kesehatan mulut. Fungsi anti-inflamasi dari rempah ini bisa menjauhkan si kecil dari gangguan mulut seperti iritasi sampai bau mulut. Sebab, lapisan mukosa termasuk bagian mulut yang sering mengalami iritasi akibat infeksi bakteri.

Tanaman jahe

Jahe adalah bagian dari salah satu rempah-rempah yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia karena khasiatnya yang sangat terkenal sebagai obat-obatan sekaligus penghangat bagi tubuh. Karena fungsinya ini, tanaman jahe adalah salah satu tanaman dengan khasiat obat yang memiliki batang semu.

Selain itu, tanaman jahe ini adalah bagian famili dari tanaman obat-obatan lainnya seperti temu lawak, temu hitam, kunyit, kencur, serta lengkuas. Jahe pada dasarnya adalah tanaman rempah yang berasal dari Asia Pasifik yang dimulai dari India hingga ke dataran Cina. Karena jahe pula inilah kemudian negara-negara ini menyandang gelar sebagai negara yang melakukan pemanfaatan tanaman jahe sebagai tanaman obat, bumbu untuk masak serta obat-obatan tradisional. Berikut adalah cara menanam jahe dengan baik dan benar

Pemiilihan bibit jahe

Tanaman jahe
Via : bukalapak.com

Yang pertama dilakukan ialah memilih bibit yang berkualitas, dengan menggunakan bibit atau benih jahe yang berkualitas dapat menghindari terjadinya gagal panen karena bibit yang berkualitas sudah pasti terhindari dari serangan hama atau penyakit shingga proses penanaman sampai panen dapat dilakukan secara maksimal. Berikut adalah ciri ciri benih jahe

Ciri –ciri bibit tanaman jahe berkualitas

  1. Benih atau bibit tanaman jahe diambil langsung dari kebun bukan dibeli dipasar
  2. Pilih bibit tumbuhan jahe yang berumur tua berkisar antara 9-10 bulan
  3. Selanjutnya pilih bibit dari tanaman yang subur dan sehat (tidak dalam kondisi yang cacat)

Penyemaian bibit atau benih

Cara menanam selanjutnya adalah proses penyemaian, tujuan dari dilakukan proses ini adalah agar calon tanaman dapat tumbuh secara maksimal serta proses perawatan dapat lebih mudah di kontrol. Berikut adalah cara penyemaian tumbuhan jahe yang benar.

  • Caranya :
  • Anda bisa memakai peti kayu ataupun menggunakan tempat lain seperti ember.
  • Setelah anda menentukan penyemaian yang cocok, tahap selanjutnya adalah proses penjemuran rempang tanaman jahe yang sudah anda pilih tadi pastikan dalam proses penjemuran ini jangan sampai terlalu kering
  • Setelah itu dijemur pastikan setiap rempang memiliki 2-3 bakal tunas tanaman jahe, lalu celupkan kedalam air yang mengandung fungisida selama kurang lebih 1 menit.
  • Tahap berikutnya adalah penyiapan media semai berupa jerami setebal 10 cm rata lalu masukan rempang bibit tanaman jahe delam tempat penyemaian yang anda pilih.
  • Selanjutnya taburkan abu gosok diatas jerami yang sudah ditanam rimpang jahe lalu tunggu selama 2-4 minggu.

Pengolahan lahan tanam

Tahapan berikutnya adalah pengolahan lahan tanaman jahe, meskipun bisa menggunakan polybag namun jumlah tanaman jahe yang ditanam akan terbatas. Terlebih jika anda melakukan budidaya jahe untuk bisnis tertentu akan lebih banyak hasil panen untuk nanti kedepannya.

Cara pengolahan lahan tanam

  1. Siapkan cangkul,jerami, dan pupuk kandang
  2. Kemudian gemburkan tanah menggunakan cangkul. Pada tahap ini anda juga bisa menambhakan pupuk dan jerami agar tercampur rata dengan perbandingan 3:1
  3. Setelah itu siram tanah menggunakan air

Proses penanaman jahe

Selanjutnya dalah penanaman jahe dari tempat penyemaian kelahan bedengan tanaman yang sudah disiapkan ditahap sebelumnya. Namun sebelum proses penanaman jahe pastikan tanaman jahe terhindar dari penyakit, anda bisa menggunakan larutan fungisida dengan mencelupkan tanaman jahe yang diambil dari tempat penyemaian selama 8 jam. Selanjutnya anda bisa langsung menanam jahe kebedengan dengan cara membuat lubang ataupun menyisipkan jahe ditanah, setiap lubang harus memiliki jarak satu sama lain. Setelah proses penanaman selesai lakukan penyiram.

Perawatan tanaman jahe

Cara selanjutnya adalah perawatan tanaman jahe, karena tanaman jahe tidak dapat tumbuh dengan maksimal jika dibiarkan saja maka dari itu prses perawatan ini sangat penting untuk dilakukan. Pada minggu pertama anda hanya perlu melakukan penyiraman setiap hari secara rutin agar kebutuhan akan air dapat tercukupi.

Selanjutnya jika tanaman jahe sudah mulai tumbuh besar proses penyiraman bisa dikurangi dan diganti dengan proses pemupukan selain itu perawatan yang bisa anda lakukan adalah pemberian obat agar terhindar dari serangan hama dan penyakit agar lebih jelasnya kami akan menyajikan cara-cara perawatan jahe dengan benar dibawah ini:

Penyulaman

Pada usia 2-3 minggu anda bisa melakukan proses penyulaman dengan memilih tanaman jahe yang mati dan diganti dengan tanaman jahe yang baru pastikan tanaman jahe pengganti sehat dan berkualitas, selain itu proses penyulaman dilakukan pada tanaman yang berusia 2-3 minggu agar proses pertumbuhannya tidak tertinggal dengan tanaman jahe yang lainnya.

Penyiangan

Tahap perawatan tanaman jahe berikutnya adalah penyianga yang dilakukan  2-4 minggu sekali dan dilanjutkan 3-6 munggi sekali namun setelah tanaman jahe berumur 7 bulan proses penyiangan lebih baik dihentikan.

Pembubunan

Tanaman jahe dapat tumbuh secara maksimal jika tanah dapat mengalirkan air dan udara secara lancar, selain itu tujuan dari pembubunan agar tanaman jahe yang muncul kepermukaan dapat ditimbun kembali menggunakan tanah.

Pemupukan

Pada proses pemupukan anda bisa menggunakan jenis pupuk kandang atau pun kimia, jika anda memilih pupuk kandang maka proses pemupukan akan lebih banyak dibandingkan dengan petani yang menggunakan pupuk kimia.

Panen

Tahap yang terakhir adalah panen,  pada proses pemanenan biasanya dilakukan saat jahe berumur 8-12 minggu tergantung keperluan konsumen, jika anda menggunakan jahe sebagai bumbu masak lebih baik jahe berumur 8 bulan sedang jika anda menggunakan jahe sebagai bibit atau benih pilih jahe yang berumur 12 bulan. Disini kami akan menjelaskan cara panen jahe yang benar.

Cara panen jahe :

Pembongkaran lahan tanam

Dalam proses panen yang pertama adalah pembongkaran lahan dengan menggunakan cangkul, agar tidak terjadi kerusakan pada rimpang jahe harus dilakukan secara hati-hati. Lalu rimpang dibersihkan dari kotoran menggunakan air.

Pengumpulan jahe

Tahap berikutnya adalah pengumpulan umbi jahe, karena jika prose pengumpulan dilakukan secara sembarangan akan merusak kualitas jahe. Terdapat beberapa hal penting dalam tahap pengumpulan jahe dibawah ini .

Pilih lokasi pengumpulan yang dekat dengan lokasi penanaman jahe

Pilih wadah yang akan digunakan untuk mengangkut jahe dari lokasi penanaman ke tempat pengumpulan, anda bisa menggunakan keranjang atau pun karung.

Pencucian jahe

Tahap ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran atau pun zat kimia pestisida yang masih menempel di jahe, anda bisa melakukan penyemprotan menggunakan air serta dilakukan penggosokan namun jangan sampai umbi jahe lecet. Selain itu tujuan dari pencucian untuk menurunkan panas di lapangan dan proses pengeringan bisa menggunakan alat penirisan.

Nama latin jahe

Nama latin jahe
Via : tanobat.com

Tanaman jahe merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. Jahe berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai Cina. Oleh karena itu kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai bangsa yang pertama kali memanfaatkan tanaman jahe terutama sebagai bahan minuman, bumbu masak dan obat-obatan tradisional. Tanaman Jahe termasuk dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae), se-famili dengan temu-temuan lainnya seperti temu lawak (Cucuma xanthorrizha), temu hitam (Curcuma aeruginosa), kunyit (Curcuma domestica), kencur (Kaempferia galanga), lengkuas (Languas galanga) dan lain-lain. Nama daerah jahe antara lain halia (Aceh), beeuing (Gayo), bahing (Batak Karo), sipodeh (Minangkabau), jahi (Lampung), jahe (Sunda), jae (Jawa dan Bali), jhai (Madura), melito (Gorontalo), geraka (Ternate). Untuk nama latinnya sendiri tanaman jahe memiliki beberapa nama latin seperti.

  • Nama latin Zingiber officinale Rosc, untuk jahe merah: Zingiber officinale varietas rubrum
  • Nama simplisia: Zingiberis Rhizoma, Rimpang Jahe
  • Nama- nama daerah bagi jahe tersebut antara lain: halia (aceh, ambon), bahing (batak karo), sipadeh atau sipodeh (sumatera barat), jahi (lampung), jae (jawa), jhai (madura), pese (bugis), lali (irian).
  • Nama Asing : Ginger / Red Ginger (Inggris), Khan Jiang (China), Gingembre (French), Chiang ( China)

Kandungan jahe

Nama latin jahe
Via : atmago.com

Tanaman jahe mengandung berbagai nutrisi atau gizi serta mineral dan senyawa tumbuhan yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Penyusun utama dari tanaman jahe segar adalah senyawa homolog fenolik keton yang dikenal sebagai gingerol. Gingerol sangat tidak stabil dengan adanya panas dan pada suhu tinggi akan berubah menjadi shogaol. Shogaol lebih pedas dan tajam dibandingkan gingerol. Shogaol merupakan penyusun utama pada jahe kering (Mishra et al., 2009).

Tanaman jahe yang kering mengandung minyak esensial atau atsiri 1%-3%, oleoresin 5%-10%, pati 50%-55%, kadar air 7%-12% dan jumlah kecil protein, serat, lemak dan abu (Eze dan Gabo, 2011). Kandungan minyak atsiri 1%-3% merupakan faktor yang mempengaruhi aroma jahe. Jahe segar kadar airnya 94%, 17% nya mengandung gingerol 21,15 mg/g (Ali et al., 2008). Zingiber officinalis mengandung karbohidrat, lemak, serat dan energi dengan persentase yang tinggi.

Klasifikasi dan morfologi tanaman jahe

Klasifikasi dan morfologi tanaman jahe
Via : sawonbudidaya

Tanaman jahe merupakan salah satu tanaman obat yang mempunyai prospek yang cukup bagus untuk dikembangkan di Pasar dalam negeri, regional maupun internasional. Nilai dari tanaman terletak pada rimpangnya yang umum dikonsumsi sebagai minuman penghangat, bumbu dapur dan penambah rasa dan sebagai bahan baku obat tradisional atau yang lebih populer dengan istilah jamu. Rimpang jahe mengandung minyak atsiri 0,25-3,3% yang terdiri dari zingiberene, curcumene, philandren. Berikut adalah klasifikasi jahe

Kingdom              : Plantae

Divisio                   : Spermatophyta

Subdivisi              : Angiospermae

Kelas                     : Monococtyledoneae

Ordo                      : Zingiberales

Famili                    : Zingiberaceae

Genus                   : Zingiber

Species                 : Zingiber officinale Rosc.

Morfologi jahe

Tanaman jahe merupakan tumbuhan yang tumbuh lebat di ladang ladang berkadar tanah lembab dan memperoleh sinar matahari yang cukup. Batangnya agak tegak, berakar serabut, dan berumbi rimpang yang yang mendatar. Morfologi jahe lebih lanjutnya adalah.

Akar

Akar merupakan bagian terpenting dari tanaman jahe. Pada bagian ini tumbuh tunas-tunas baru yang kelak akan menjadi tanaman. Akar tunggal (rimpang) itu tertanam kuat didalam tanah dan makin membesar dengan pertambahan usia serta membentuk rhizoma – rhizoma baru.

Batang

Tanaman jahe tumbuh merumpun, berupa tanaman terna tahunan berbatang semu. Tanaman tumbuh tegak setinggi 30 – 75 cm. Seluruh batang semunya terbentuk dari seludang daun yang memanjang, tertutup, dan melingkar. Bagian luar batang agak licin, agak mengkilap, dan berwarna hijau tua. Batangnya basah karena banyak mengandung air sehingga digolongkan kedalam herba.

Daun

Helaian daunnya bertangkai pendek sepanjang 0.75-1 cm. Bentuk helaian daun lanset dengan ujung lancip. Panjang daun 15-23 cm dan lebar 0.8-2.5 cm. Tangkainya berbulu atau gundul. Ketika daun mengering dan mati, pangkal tangkainya (rimpang) tetap hidup dalam tanah. Rimpang tersebut kelak akan bertunas dan tumbuh menjadi tanaman baru setelah terkena hujan.

Bunga

Bunga jahe berupa malai yang tersembul di permukaan tanah, berbentuk tongkat atau bulat telur yang sempit. Aroma bunga sangat tajam, panjang malai bunga 3.5-5 cm dan lebar 1.5-1.75 cm. Gagang bunga hampir tidak berbulu, panjang 25 cm. Sisik digagang sebanyak 5-7 buah, berbentuk lanset, letaknya berdekatan atau rapat, hampir tidak berbulu, dan panjangnya 3-5 cm. Daun pelindung bunga berbentuk bulat telur terbalik, bundar pada ujungnya, tidak berbulu, berwarna hijau cerah, panjang 2.5 cm, dan lebar 1-1.75 cm. Mahkota bunga berbentuk tabung sepanjang 2-2.5 cm. Helaian mahkota bunga agak sempit, berbentuk tajam, berwarna kuning kehijauan dengan panjang 1.5-2.5 mm dan lebar 3-3.5 mm. Sementara bibit bunga berwarna ungu, gelap, berbintik-bintik putih kekuningan, panjang 12-15 mm. Kepala sari berwarna ungu, panjang 9 mm, dan tangkai putiknya ada dua.

Rimpang

Rimpang jahe membentuk umbi, besar kecilnya umbi bergantung pada varietas tanamannya. Rimpang agak pipih ke pinggir membentuk cabang (ranting) ke segala arah yang saling tumpang tindih. Cabang rimpang yang berada di atas dapat tumbuh membentuk batang baru, sedangkan yang berada di bagian bawah merupakan perakaran baru.

Rimpang jahe berbuku – buku, gemuk, agak pipih, membentuk akar lateral (akar serabut). Rimpang tersebut tertanam kuat dalam tanah dan semakin membesar sesuai dengan bertambahnya usia dengan membentuk rimpang-rimpang baru. Kulit luar rimpang mudah dikelupas. Rimpang berkulit agak tebal, membungkus daging rimpang (jaringan parenchyma). Didalam sel-sel rimpang tersimpan minyak atsiri yang aromatis dan oleoresin khas jahe.