Menganal Sunan Ampel dan Sejarah Masjid Tiban

Menganal Sunan Ampel dan Sejarah Masjid Tiban

Sunan ampel merupakan salah satu seorang yang termasuk ke dalam wali songo. Wali songo sendiri di kenal sebagai penyebar agama islam di indonesia sekitar kurang lebih pad abad ke 14. Terdapat 9 orang yang termasuk ke dalam wali songo beliau adalah sunan maulana malik ibrahim, sunan ampel, sunan bonang, sunan derajat, sunan kudus, sunan giri, sunan kalijaga, sunan muria, sunan gunung jati. Pada masa wali songo merupakan masa berakhirnya kebudayaan hidu-budha dan kebudayaan nusantara untuk di ganti ke kebudayaan islam. Beliau sering di sebut dengan simbol penyebaran agama islam di indonesia khususnya di pulau jawa. Dari sembilan wali di atas pada artikel kali ini kami akan membahas khusus satu wali saja. Salah satu wali songo tersebut adalah sunan ampel.

Tanggal kelahiran sunan ampel

via : Bacaan Madani

Sunan ampel di kabarkan lahir pada tahun 1401 masehi di champa, beberapa ahli telah meneliti dan masih kesulitan menentukan champa di sini, sebab sampai saat ini belum ada peryataan tertulis tentang champa itu sendiri. Dimana yang pasti antara champa ini berada di daerah kerajaan malaka atau kerajaan jawa. Nama sunan ampel ketika beliau masih kecil adalah sayyid muhammad ali rahmatullah. Tetapi setelah beliau pindah ke daerah jawa timur beliau di di beri nama baru oleh masyarakat jawa timur yaitu raden rahmat atau sunan ampel.Asal mula pemberian nama ampel sendiri di ambil dari tempat dimana sunan ampel ini paling lama tinggal di tempat tersebut paling tepatnya di saerah ampel yang sekarang sudah menjadi bagian dari kota surabaya daerah wonokromo.

Ayah sunan ampel bernama maulana malik ibrahim atau yang di kenal juga sebagai maulana maghribi, tetapi suanan maulana malik ibrahim ini paling di kenal sebagai sunan gersik. Ayah sunan ampel atau raden maulanan rahmat ini juga termasuk ke dalam deretan 9 wali yang menyebarkan agama islam di pulau jawa atau lebih tepatnya adalah walisongo. Ibu raden rahmat bernama dewi chandrawulan, Ibunya bernama Dewi Chandrawulan, saudara kandung Putri Dwarawati Murdiningrum, ibu Raden Fatah, istri raja Majapahit Prabu Brawijaya V. Setelah beranjak dewasa sunan ampel mulai berkeluarga dan memiliki 2 istri yang bernama dewi karimah dan dewi chandrawati.

Sunan ampel memiliki tujuh orang anak masing-masing dua orang anak dengan istri pertamanya dan lima orang  anak dengan istri keduanya. Dengan istri pertamanya dewi karimah di karuniai dua orang anak dan keduanya perempuan ia adalah: Dewi murtasih. Dewi murtasih ini menjadi istri dari reden fatah yaitu pendiri atau raja pertama dari kerajaan islam bintaro demak. Anak kedua dari istri pertama beliau bernama murtasimah. Murtasimah menjadi seorang permaisuri raden paku atau yang di kenal sebagai sunan giri. Sedangkan dengan istri keduanya dewi chandrawati beliau di karuniai lima anak yaitu; Ibrahim atau sunan bonang, raden maulana makdum, siti syare’at, siti sofiyah, siti mutmainnah, dan syaifuddin atau raden kosyim yan di kenal sebagai sunan bonang.

Sunan ampel merupakan pengeran kerajaan champa

Ada yang mengatakan bahwa beliau adalah seorang pangeran dari raja champa. Salah satu yang memberi pernyataan tersebut adalah ali rahmatullah yang terakhir, cucu raja champa menunjukkan bahwa sunan ampel merupakan keturunan bangsawan atau keluarga kerajaan. Bukan hanya kabar itu saja yang populer di telinga masyarakat. Berita yang lebih populer lagi adalah beliau berdarah biru atau ningrat. Selain itu beliau juga merupakan suatu keponakan dari raja brawijaya majapahit. Meskipun demikian semua itu tidak menjadikan seorang raden rahmat takabur dan sombah. Tetapi dari situ beliu lebih semangat untuk menuntut dan menyearkan agama islam di indonesia khususnya di tanah jawa.

Kedudukan raden rahmat sangat di segani di kerajaan majapahit  maka dari itu raden rahmat memiliki pengaruh yang sangat kuat di kalangan bangsawan majapahit waktu itu. Katanya tanah yang di atasnya berdiri masjid yang megah di wilayah desa ampel denta merupakan hadiah dari raja majapahit, karena pada waktu itu raden rahmat telah mendidik akhlak keluarga kerajaan majapahit. Dan ternyata sunan ampel memiliki seorang kakak laki-laki bernama ali murtadho yang menemani perjalanan raden rahmat ke pulau jawa beserta sunan gersik atau maulana malik ibrahim.

Ajaran sunan ampel

via : slideshare.net

pada saat itu akhlak masyarakat masih amburadul, khususnya pad masyarakat jawa. Di balik itu semua suanan ampel berambisi untuk memperbaiki akhlak masyarakat pada waktu itu. Ajara tersebut di kenal dengan sebutan mohmo atau bisa juga di sebut moh limo, arti dari mohmo tersendiri adalah tidak mau mau melakukan lima perkara yang di larang oleh agama islam. Sepertinya halnya moh maling, moh mabok, moh main, moh madat, dan moh wadon.

Moh maling yang berarti tidak mau atau tidak boleh mencuri atau mengambil barang orang lain secara paksa dan sejenisnya. Moh mabok yang berarti tidak mau atau tidak boleh mabok dengan arak atau khamr dan minuman keras lainnya. Moh main yang berarti tidak mau main atau tidak boleh bermain judi, togel, sabung dan sejenisnya. Moh madat adalah tidak mau atau tidak boleh memakai narkoba sabu, ganja dan semua jenis narkoba maupun narkotika. Arti dari moh wadon sendiri adalah tidak mau atau tidak boleh melakukan berzina, lesbian, homoseks dan lain sebagainya.

prabu brawijaya sangat senang terhadap ajaran yang telah di ajarkan oleh sunan ampel terhadap keluarga dan masyarakat majapahit pada waktu itu. Sang raja sangat kagum dengan agama islam dan menganggap bahwa ajaran islam ini sangatlah mulia. saat Raden Rahmat mengumumkan ajarannya adalah Islam, Raja tidak marah. Namun sayangnya, Raja tidak mau masuk Islam dengan alasan ingin menjadi Raja Budha terakhir di Majapahit.

pada saat itulah raden rahmat di izinkan untuk melakukan dakwwah atau menyebarkan agama islam di wilayah surabaya bahkan sampai dengan seluruh kerajaan majapahit. Tetapi merkipun demikian raja majapahit memberikan syarat kepada raden rahmat. Syarat tersebut adalah di larang untuk melakukan dakwah dengan cara pemaksaan. Radan rahmat pun menjelaskan kepada raja bahwa tidak akan ada satupun pemaksaan yang akan di lakukannya.

Metode dakwah sunan ampel

via : geopacker – Tumblr

Metode dakwah yang di lakukan oleh sunan ampel di bilang sangat unik. Mengapa demikian dikarnakan metode dakwah yang di gunakan oleh raden rahmat ini berbeda dengan metode dakwah walisongo yang lain. contohnya ketika raden rahmat ini berdakwah terhadap orang-orang menengah ke bawah beliau akan melakukan dakwah dengan cara pendekatan dan pembaruan. Dan apabila yang sedang di dakwah merupakan orang yang pintar maka sunan ampel atau raden rahmat akan melakukan dakwahnya dengan cara pendekatan intelektual dan penalaran yang logis. Apabila wali yang lain melakukan dakwah dengan cara pendekatan budaya dan seni sunan ampel memilih berdakwah menggunakan metode pendekatan intelektual Yang sangat unik.

Perbedaan cara dakwah sunan kali jaga dan sunan ampel

Sunan ampel dan sunan kalijaga sempat memiiki beberapa pendapat yang berbeda soal medel dakwahnya masing masing. Pada dasarsnya tokoh penyebar agama islam khususnya di tanah jawa atau bisa di sebut dengan walisongo memiliki chiri khas menyebar agama islam dengan ekslusif atau terang-terangan. Karena pada waktu itu masyarakat nusantara masih kenta dengan budaya dan tradisi hal tersebut seakan-akan sudah menjadi darah daging. Nah disinilah para penyebar agama islam atau walisongo harus memiliki keterampilan untuk berdakwah agar masyarakt nusantara percaya terhadap agama yang baru saja mereka kenal yaitu agama islam. Pada waktu itu sunan yang dikenal sebagai sunan yang paling sering menyebarkan agama islam dengan metode tradisi dan budaya adalah sunan kalijaga atau raden mas said. Raden mas said sendiri sering sekali menciptakan sebuah krya. Karya yang sering di buat oleh reden mas sahid adalah tembang dan masih banyak karya-karya seni yang lain yang menarik masyarakat secara tidak langsung untuk mempelajari agama islam.

Tetapi model dakwah yang di jalankan oleh sunan kalijaga tidak sepenuhnya mendapatkan dukungan oleh para walisongo yang lain. waktu itu di adakan sebuah rapat untuk membahas strategi untuk menyebarkan agama islam. Sunan ampel yang waktu itu menjadi nahkoda wali songo menyatakan tidak setuju apabila proses dakwah yang di lakukan oleh walisongo menggunakan isntrumen dan budaya masyarakat dalam menyebarkan agama islam (choirul anam, 2010). Sunan kalijaga memahami betul apa yang di maksud oleh sunan ampel, maka dari itu sunan kalijaga terus berusaha dan memberi penjelasan kepada sunan ampel agar metode yang di lakukannya di setujui oleh beliau. Sebenarnya sunan ampel hanya tidak mau ajaran islam bercampur ke dalam budaya dan tradisi masyarakat. Pada saat itu pula sunan kalijaga memberikan suatua argumen bahwa islam tidak akan tercampur ke dalam budaya dan tradisi masyarakat nusantara. Melainkan islam yang akan memberikan ruh kepada kebiasaan-kebiasaan masyarakat.

Lokasi makam sunan ampel

Sunan Ampel Wafat di Surabaya, tahun 1425 M. Makamnya terletak di daerah Ampel Denta, Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. lokasi makam sunan ampel kini sudah menjadi tempat wahana wisata religi, kawasan ini sangat ramai sekali di kunjunpgi oleh peziarah yang ingin berkunjung dan berdoa bersama di makam raden rahmat ini. Biasanya hari yang paling ramai di kunjungi adalah hari jum’at legi wisatawan akan berbondong-bondong untuk berkunjung dan berdoa bersama pada malam itu. Makam raden  rahmat tepat berada di d sebelah barat masjid. Untuk pergi ke makam ini peziarah harus melewati sembilan gapura, masing-masing gapura sesuai dengan arah mata angin. Gapura-gapura tersebut melambangkan tentang wali songo atau dalam bahasa indonesia adalah wali sembilan.

Tiga dari sembilan gapura yang ada di sepanjang jalan menuju makam tersebut merupakan peninggalan asli sunan ampel. Di dekat makam raden rahmat terdapat makam istri pertamanya yaitu yang bernama nyai condrowati . nyai condrowati ini merupakan putri dari raja brawijaya lima yang sempat memerintah kerajaan majapahit. Tidak hanya itu di sekitar masjid terdapat banyak makam, makam-makam tersebut merupakan makam dari seluruh santri sunan ampel. Makam yang paling fenomenal adalah makam mbah soleh, konon semasa hidupnya mbah soleh bertugas untuk membersihkan atau menjaga kebersihan pesantren. Makam mbah soleh sendiri terdapat sembilan makam. Mengapa demikian? Ceritanya pada saat mbah soleh meninggal dunia sampai sembilan kali maka dari itu makam mbah soleh terdapat sembilan makam. Bukan hanya itu di area pemakaman tersebut juga terdapat makam mbah bolong, mbah bolong memiliki nama asli sonhaji. Konon katanya mbah bolong merupakan seseorang yang ahli dalam menentukan arah mata angin . hal ini sangat berguna untuk menentukan arah kiblat. Di sekitar masjid juga terdapat sumur yang bersejarah, apabila kalian pergi ke tempat ini kalian bisa mengambil dan meminum air sumur yang sangat segar. Terdapat beberapa kendi atau gentong yang berisi air yang berasal dari air sumur tentunya dan bisa langsung di minum oleh pengunjung.

Kehebatan-kehebatan atau kelebihan yanng di miliki oleh sunan ampel

menyebrang sungai tetapi tidak basah

via : Okezone News

pada saat itu raden rahmat di utus raja brawijaya V untuk membuka sebuah lahan perdikan atau otonom. Raden rahmat berangkat dari trowulan dan menyusuri sebuah sungai yang bernama sungai brantas menuju ujung galuh surabaya. Di dalam perjalanannya beliau berhenti di salah satu sungai yang bernama sungai kalimas. Disinilah sunan ampel menunjukkan karomah yang di milikinya. Beliau menyebrangi sungai tanpa bantuan alat apapun beliau hanya menggunakan peralatan seadanya yang di sekitar. Peralatan yang ada di sekitar itu antara lain adalah pohon pisang dan beberapa kayu kemudian di rangkai dengan mengguakan tangannya sendiri.

Uniknya, baju yang di kenakan oleh raden rahmat tidak basah sedikitpun, padahal sampan yang di buatnya sendiri tadi memiliki banyak ke bocoran. Hal ini membuat warga sekitar terkejut dan kagum, orang sakti manasih yang bisa menyebrangi sungai tanpa menggunaka perahu. Ketika sunan ampel telah sampai di tepi sungai ada seseorang remaja yang mendatanginya dan menanyakan siapa sebenanya dirinya beliaupun berkata yang sebenarnya. Setelah itu raden rahmat menyarankan kepada pemuda tadi untuk menggunakan akalnya dengan baik, agar memanfaatkan karunia yang di berikan allah swt dalam ragka ibadah kepadanya.

Kisah ayam jago

via : butuk buwang leswono

Perjalanan membuka lahan kosong menjadi sebuah pemukiman bkan hal yang gampang, dalam perjalanan membuka lahan barau sunan ampel bertemu dengan banyak warga yang belum beriman bahkan belum sama sekali mengenal allah swt. Pada saat itu raden rahmat bertemu dengan masyarakat yang masih menganut agama animisme dan pengetahuan agamanya sangat rendah sekali. Karena masyarakat disitu sangat sekali suka dengan yang namanya sabung ayam raden rahmat mempunyai cara unik untuk menyebarkan agama islam di daerah tersebut.  Lewat ayam jagonya yang tidak pernah kalah saat dia adu menyebabkan raden rahmat. Dan pada saat itu banyak sekali orang yang menanyakan tentang mengapa ayam jagonya selalu menang saat di adu dan tidak pernah bisa di kalahkan. Raden rahmatpun mengatakan “itu semua karena karomah yang diberikan Allah. Asal kita menjalankan perintah dan meninggalkan larangannya”

Masjid perahu terbalik

via : Liputan6.com

Sunan ampel mendirikan sebuah masjid di daerah panelah, beliau mendirikan masjid ini tujuannya agar bisa merangkul masyarakat sekitar dan menuntun ke jalan yang lebih baik lagi. Maka dari itu raden rahmatullah memutuskan untuk bermukim di sekitar panelah. Seiringnya waktu raden rahmat  terus menyebarkan agama islam dengan bermacam-macam metode. Sunan ampel memiliki kehebatan sabung ayam dengan karomahnya membuat masyarakat sekitar panelah semakin segan dan tunduk kepada beliau. Bahkan setiap hari masyarakat terus mengikuti dirinya.

Seiring berjalannya waktu masyarakat di ajarkan ber tata ibadah yang baik dan benar. Selain mengajarakan tata beribadah yang baik raden rahmat juga membimbing masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan buruk masyarakat seperti berjudi dan sabung ayam. Konon katanay ketika masjid jami ketika di lihat mirip dengan perahu yang terbali dan menghadap kiblat atau ke arah barat. Maka dari itu hal ini mengajak masyarakat untuk beribadah atau shalat menghadap ke arah barat atau arah kiblat.

Asal usul masjid sunan ampel

via : JejakPiknik.com

Lokasi masjid sunan ampel terletak tidak jauh dengan pelabuhan tanjung perak surabaya. Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua yang ada di daerah surabaya. Selain di juluki sebagai masjid tertua di surabaya, masjid ini juga merupakan masjid yang sangat ramai di kunjungi. Seperti yang kita ketahui masjid ini tidak lepas dari kisah sunan ampel yang termasuk walisongo yang berperan menyebarkan agama islam di tanah jawa. Sebagai masjid / salah satu masjid tertua yang ada di kota surabaya pasti banyak menyimpan sejarah. Berikut adalah sejarah berdirinya masjid sunan ampel

Pada tahun 1421, raden achmat rahmatullah atau raden rahmat mendirikan sebuah masjid yang sampai sekarang kita kena sebagai masjid sunan ampel. Pada saat itu masjid ini masih berdiri di wilayah kerajaan majapahit. Masjid yang di desain dengan arsitektur jawa kuna dan terdapat banyak sekali nuansa arab yang kental. Ketiak raden rahmat wafat pada tahun 1481 beliau di makamkan di sebelah barat masjid dan sampai sekarang banyak sekali orang dari dalam kota maupun luar kota yang berziarah ke makam tersebut. Biasanya paling rame orang-orang akan datang pada jum’at manis. Pada tahun 1905 masjid ini merupakan masjid terbesar ke dua yang di miliki kota surabaya. Pada saat itu masjid ini merupakan masjid yang biasanya di gunakan untuk berkumpulnya para wali allah. Perkumpulan tersebut tidak lain dan tidak bukan untuk mengatur strategi atau membahas penyebaran agama islam di tanah jawa. Masjid ini tidak di bangun sendiri oleh raden rahmat melainkan di bantu oleh ke dua orang sahabatnya yaitu mbah bolong atau nama aslinya adalah mbah sonhaji dan mbah sholeh yang biasanya di sebut sebagai pembantu raden rahmat yang menjaga kebersihan area masjid. Kedua sahabat tersebut di makamkan di sekitar masjid sendiri.

Sudah beberapa kali masjid ini di renovasi, sampai saat ini sudah tercatat sekitar 4 kali renovasi yang di lakukan agar masjit tersebut lebih bagus dan lebih kuat lagi. Renovasi masjid atau perluasan masjid yang pertama dilakukan oleh adipati aryo cokro negoro c. Peluasan pertama di lakukan dengan menambahkan angunan di sebelah utara masjid bangunan lama. Renovasi kedua di lakukan oleh raden aryo niti adiningrat pada tahun 1926 M. Peluasan kedu aini sangat di dukung oleh masyarakat, peluasan ini menambah nagunan masjid di bagian utara lagi. Peluasan ketiga di lakuan setelah masa kemerdekaan pada tanggal 30 agustus 1954 sampai denga tanggal 21 februari 1958. Hali ini di selenggarakan oleh panitia perluasan ini meliputi bagian utara dan bagian barat masjid. Perluasan ke empat di lakukan pada tahun 1974 perluasan yang keempat ini meliputi perluasan bagian masjid sebelah barat. Dan pada akhirnya masjid yang mulanya berukuran krang lebih sekitar 2.069 meter persegi ini sekarang sudah menjadi 4.780 meter persegi

Meskipun telah banyak di renovasi masjid ini masih berdiri kokoh dan masih memiliki tiang penyangga yang belum pernah di ganti sejak pertama kali di dirikan. Tiang tersebut juga di jadikan sebagai bukti sejarah berdirinya masjid. Peninggalan-peninggalan bersejarah yang masih tampak dan msih di rawat dengan baik adalah 16 tiang utama masjid yang terbuat dari kayu jati selain itu juga di jaga keasliannya. 16 tiang penyangga masjid ini memiliki panjang 16 meter dan memiliki diameter 60 sentimer. Jika di bayangkan dengan akal sehat sangat sulit untuk menegakkan tiang-tiang tersebut padahal pada waktu itu masih tidak ada alat berat dan alat secanggih zaman ini. Namun demikian peneliti masih masih meneliti bahwa pada abad ke 15 apakah teknologi sudah di gunakan dan 16 tiang ini menjadi salah satu bahan penelitiannya.

Masjid ampel selalu di jaga dan dirawat setiap harinya hingga saat ini. Pada saat ini masjid ampel di tangani oleh nadzir, nadizr sendiri baru di bentuk sekitar tahu 1970an. Nadzir pertama yang ada di masjid ampel adalah almarhum KH muhammad bin yusuf. Sepeninggalnya beliau kedudukannya di gantikan oleh KH. Nawawi muhammad hingga tahun 1998. Setelah KH nawawi wafat sampai sekarang tidak ada nadzir yang resmi menggantikannya hanya saja ada pelanjut nadzir yang di jabatkan kepada KH ubaidillah. Selain itu di masjid ampel juga terbentuk sebuah organisasi-organisasi salah satunya  adalah ketua takmir masjid ampel yaitu H. Mohammad azmi Nawawi

Sebenarnya masjid ampel ini ternyata ada dua. Yaitu masjid ampel yang memiliki warna genteng berwarna coklat dan berada bersebelahan dengan pasar cendera mata. Sedangkan masjid yang ampel yang kedua memiliki genting berwarna merah dan cerah dan berukuran lebih besar daripada masjid yang satuna. Letak masjid kedua ini berada atau berhadapan langsung dengan pasar cendera mata. Konon katanya masjid yang asli di dirikan oleh sunan ampel adalah masjid yang berukuran kecil dan memiliki genteng berwarna coklat. Sedangkan masjid yang berukuran lebih besar merupakan masjid hasil renovasi.

Kisah sunan ampel tidak hanya berhenti di situ. Konon katanya pembangunan masjid ampel ini dilakukan hanya dalam waktu satu malam saja. Masjid tersebut di bangun oleh raden rahmat, raden rahmat membangun masjid tersebut sepulang dari kerajaan majapahit dan bertemu dengan prabu brawijaya. Merasa penasaran kami bertanya kepada pengurus yayasan setempat yang bernama bpk mansyur beliau mengatakan pada waktu sepulang dari kerajaan majapahit raden rahmat mempir ke daerah kembang kuning.  Sesampainya beliau di sana, beliau bertemu dengan seseorang yang bernama ki wirosuryo atau lebih akrabnya di kenal sebagai Ki bang kuning. Ki bang kuning ini merupakan tokoh masyarakat setempat. Ki wirosuroyo atau ki bang kuning merupakan penjaga tepal batas kerajaan majapahit, daerah kekuasaannya adalah kembang kuning yang kini masuk ke dalam kekuasaan darmo wonokromo.  Setelah itu, raden rahmat membangun langgar kecil dari kayu dalam waktu semalam yang di gunakan beliau untuk shalat. Begiulah kisah masjid yang di bangun dalam satu malam menurut bapak mansyur. Itulah kisah sejarah singkat tentang Masjid Sunan Ampel sejak didirikan hingga saat ini. Hal ini menjadi salah satu ciri keunikan tersendiri atas penyebaran agama Islam di Tanah Jawa.