Macam-macam Pupuk Kimia dan Organik Untuk Kesehatan Tanaman

Pupuk
Courtesy of Pinterest

Macam-macam pupuk – Pupuk merupakan suatu bahan yang mengandung lebih dari satu unsur hara  untuk tanaman. Bahan tersebut berupa mineral atau organik, dihasilkan dari kegiatan alam atau dapat juga diolah oleh manusia di sebuah pabrik. Unsur hara yang sangat diperlukan oleh tanaman adalah: C, H, O (ketersediaan di alam masih banyak dan cukup), N, P, K, Ca, Mg, S (hara makro, kadar dalam tanaman > 100 ppm), Fe, Mn, Cu, Zn, Cl, Mo, B (hara mikro, kadar dalam tanaman < 100 ppm).

Dalam proses pemberian pupuk perlu diperhatikan untuk kebutuhan tumbuhan tersebut, agar tumbuhan tidak mendapat terlalu banyak zat makanan. Terlalu sedikit atau terlalu banyak zat makanan bisa berbahaya bagi tumbuhan. Pupuk dapat diberikan lewat perantara tanah ataupun disemprotkan langsung ke daun. Berikut ini macam-macam pupuk untuk kesehatan tanaman.

Macam Macam Pupuk

Macam macam pupuk
Courtesy of Pinterest

Dalam kehidupan sehari-hari, pupuk biasa dikelompokan untuk kemudahan pembahasan. Pembagian itu dikelompokkan menurut sumber bahan pembuatannya, bentuk fisiknya, atau berdasarkan kandungannya. Berikut macam-macam pupuk yang sudah dikelompokkan.

Pupuk Berdasarkan Sumber Bahan

Jika dilihat dari sumber pembuatannya atau bahannya, terdapat dua kelompok besar pupuk berdasarkan sumber bahan: pupuk organik atau pupuk alami (seperti pupuk kandang dan kompos) dan pupuk kimia atau pupuk buatan. Pupuk organik sendiri sudah mencakup semua pupuk yang dibuat dari sisa-sisa metabolisme atau organ hewan dan tumbuhan, sedangkan pupuk kimia sendiri dibuat dengan proses pengolahan oleh manusia dari bahan-bahan mineral. Pupuk kimia biasanya lebih “murni” dibanding pupuk organik, karena kandungan bahan yang dapat dikalkulasi. Pupuk organik sulit untuk ditentukan isinya, tergantung dari sumbernya. Keunggulannya adalah pupuk ini dapat memperbaiki kondisi fisik pada tanah karena membantu pengikatan air secara efektif.

Pupuk Berdasarkan Bentuk Fisik

Pupuk berdasarkan bentuk fisiknya, pupuk bisa dibedakan menjadi pupuk yang padat dan pupuk yang cair. Pupuk padat biasa diperdagangkan dalam bentuk onggokan, remahan, butiran, atau kristal. Pupuk cair sendiri biasa diperdagangkan dalam bentuk konsentrat atau cairan. Pupuk padat biasanya diaplikan ke tanah atau media tanam, sementara pupuk cair diberikan dengan cara disemprot ke tubuh atau daun pada tanaman.

Pupuk Berdasarkan Kandungannya

Ada dua kelompok pupuk berdasarkan kandungannya, yaitu: pupuk dengan jenis tunggal dan pupuk dengan jenis majemuk. Pupuk tunggal hanya bisa mengandung hanya satu unsur, sedangkan pupuk majemuk paling tidak bisa mengandung dua unsur yang diperlukan. Terdapat juga pengelompokan yang disebut pupuk mikro, karena mengandung hara mikro. Beberapa merk pupuk majemuk modern sekarang ini diberi campuran zat pengatur tumbuh atau zat lainnya untuk meningkatkan efektivitas penyerapan hara yang diberikan.

Pupuk Kimia

Pupuk Kimia
Courtesy of Pinterest

Pupuk kimia merupakan pupuk yang dibuat secara kimia atau juga sering disebut dengan pupuk buatan. Pupuk kimia dapat dibedakan menjadi 2, yaitu pupuk kimia tunggal dan pupuk kimia majemuk. Pupuk kimia tunggal hanya memiliki satu macam hara, sedangkan untuk pupuk kimia majemuk memiliki kandungan hara lengkap.

Macam-macam pupuk kimia

Berikut ini akan saya sebutkan macam-macam pupuk kimia.

1. Pupuk Urea

Pupuk urea adalah pupuk yang dibuat dari campuran gas amoniak dan gas asam arang. Sifat dari pupuk ini yaitu, pupuk ini bersifat higroskopis, sehingga mudah larut dalam air dan mudah diserap oleh tanaman, kemudian pupuk ini reaksinya sedikit asam, dan selain mudah tercuci oleh air, pupuk urea mudah terbakar oleh sinar matahari.

2. Pupuk ZA

Pupuk ZA merupakan pupuk yang dibuat dari asam belerang dan gar amonium, sehinnga disebut juga pupuk Amonium Sulfat. Sifat dari pupuk ZA sendiri yaitu hampir sama dengan pupuk urea, bersifat higroskopis, memiliki reaksi asam yang kurang baik jika diberikan pada tanah, dan juga reaksi kerjanya agak lambat sehingga cocok apabila digunakan sebagai pupuk dasar.

3. Pupuk SP36

Pupuk SP36 adalah pupuk yang dibuat dari asam sulfat ( belerang ) dan fosfat alam. Pupuk ini memiliki sifat tidak higroskopis, sehingga dapat disimpan lama walau kelembapan udara tinggi. Kemudian, reaksi kimianya tergolong netral. Sifat selanjutnya yaitu mudah larut dalam air namu reaksinya lambat, sehingga sangat ccok digunakan untuk pupuk dasar pada tanaman semusim. Dan juga mudah terbakar oleh sinar matahari.

4. Pupuk KCI

Pupuk KCI merupakan pupuk yang dibuat dari ekstrasi mineral Kalium. Pupuk ini memiliki sifat yang bermacam-macam, yang pertama yaitu bersifat higroskopis, mudah larut dalam air dan mudah diserap tanaman. Sifat yang kedua yaitu reaksinya netral sampai asam. Yang ketiga, unsur kloridanya bersifat toksik ( racun ) bagi tanaman tertentu seperti woter dan kentang. Dan yang terakhit yaitu dapat digunakan sebagai pupuk dasar atau pupuk susulan.

5. Pupuk ZK

Pupuk ZK adalah pupuk yang dibuat dari asam belerang dan kalium, sehingga disebut juga pupuk Kalium Sulfat. Pupuk ZK memiliki beberapa sifat yang harus Anda ketahui. Yang pertama yaitu pupuk ZK bersifat tidak higroskopis, sehingga dapat disimpan lama walau kelembapan udara tinggi. Yang kedua, pupuk ZK mudah larut dalam air, dan reaksinya netral sampai asam. Untuk yang ketiga yaitu sumber unsur kalium dengan kadar tinggi, khususnya untuk tanaman yang sensitif terhadap keracunan Klorida, seperti wortel dan kentang. Gunakan ZK, jangan KCl agar tanaman wortel dan kentang anda tidak keracunan unsur klorida. Dan yang terakhir yaitu, pupuk ini dapat digunakan sebagai pupuk dasar atau pupuk susulan.

6. NPK Phonska

NPK Phonska berfungsi sebagai pupuk majemuk yang mengandung 15{a8dfff4632db661fcb21b29b89c60a0c0716acd5ba8e568bac9dd4e83ab93c57} Nitrogen (N), 15{a8dfff4632db661fcb21b29b89c60a0c0716acd5ba8e568bac9dd4e83ab93c57} Fosfat (P2O5) dan 15 Kalium (K2O) serta 10{a8dfff4632db661fcb21b29b89c60a0c0716acd5ba8e568bac9dd4e83ab93c57} Sulfur (S). Pupuk ini memiliki sifat yang cukup sedikit, yang pertama yaitu bersifat higroskopis (mudah menyerap uap air), sehingga mudah larut dalam air dan mudah diserap tanaman. Yang kedua reaksi kimianya netral, sehingga bisa diaplikasikan ada berbagai jenis tanah. Dan yang ketiga yaitu pupuk ini dapat digunakan sebagai pupuk dasar (disebar di dasar bedengan) atau pupuk susulan (kocor atau tugal).

7. Dolomite

Dolomit berfungsi sebagai penyedia unsur hara makro sekunder Ca dan Mg, dimana dolomit mengandung 45,6{a8dfff4632db661fcb21b29b89c60a0c0716acd5ba8e568bac9dd4e83ab93c57} MgCO3 dan 54,3{a8dfff4632db661fcb21b29b89c60a0c0716acd5ba8e568bac9dd4e83ab93c57} CaCO3 atau 21,9{a8dfff4632db661fcb21b29b89c60a0c0716acd5ba8e568bac9dd4e83ab93c57} MgO dan 30,4{a8dfff4632db661fcb21b29b89c60a0c0716acd5ba8e568bac9dd4e83ab93c57} CaO. Sifat-sifat dolomite sendiri yaitu, dolomit bersifat higroskopis, sehingga mudah menyerap air dan mudah dihancurkan. Reaksi kimianya basa (alkali), yaitu menaikkan pH tanah. Dan Semakin halus butirannya, maka semakin baik kualitasnya.


Pupuk Anorganik

Pupuk anorganik
Courtesy of Pinterest

Pupuk anorganik merupakan pupuk yang dibuat oleh pabrik khusus pupuk dengan meramu bahan-bahan kimia anorganik berkadar hara tinggi.  Misalnya urea berkadar N 45-46{a8dfff4632db661fcb21b29b89c60a0c0716acd5ba8e568bac9dd4e83ab93c57} (setiap 100 kg urea terdapat 45-46 kg hara nitrogen) (Lingga dan Marsono, 2000).

Ada beberapa keuntungan dari penggunaan pupuk anorganik, yaitu yang pertama pemberiannya dapat terukur dengan tepat,yang kedua kebutuhan tanaman akan hara dapat dipenuhi dengan perbandingan yang tepat, yang ketiga pupuk anorganik tersedia dalam jumlah cukup, dan yang keempat Pupuk anorganik mudah diangkut karena jumlahnya relatif sedikit dibandingkan dengan pupuk organik.  Pupuk anorganik mempunyai  kelemahan, yaitu selain hanya mempunyai unsur makro, pupuk anorganik ini sangat sedikit ataupun hampir tidak mengandung  unsur hara mikro (Lingga dan Marsono, 2000).

Pupuk Organik

Pupuk organik
Courtesy of Pinterest

Pupuk organik merupakan pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa -sisa tanaman, pelapukan sisa-sisa hewan, dan manusia. Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi pada tanah. Pupuk organik mengandung banyak sekali bahan organik daripada kadar haranya.

Jenis-jenis pupuk organik

Banyak sekali jenis-jenis pupuk organik, berikut ini daftarnya:

1. Pupuk kandang

Pupuk kandang merupakan sebuah pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Selain berbentuk padat, pupuk kandang juga bisa berupa cair yang biasanya berasal dari air kencing hewan. Pupuk kandang mengandung unsur hara makro dan mikro.

Pupuk kandang terdiri dari dua macam, yaitu:

a. Pupuk dingin

adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang telah diuraikan secara perlahan oleh mikroorganime sehingga tidak menimbulkan panas, contohnya pupuk yang berasal dari kotoran sapi, kerbau dan kambing.

b. Pupuk panas

merupakan pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang sudah diuraikan mikroorganisme secara cepat sehingga menimbulkan panas.

2. Pupuk hijau

Pupuk hijau merupakan pupuk organik yang berasal dari tanaman atau berupa sisa panen. Bahan tanaman ini dapat dibenamkan pada waktu masih hijau atau setelah dikomposkan. Sumber pupuk hijau bisa berupa sisa-sisa tanaman (sisa panen) seperti padi atau tanaman yang ditanam secara khusus sebagai penghasil pupuk hijau, seperti sisa–sisa tanaman, kacang-kacangan, dan tanaman paku air (Azolla).

3. Kompos

Kompos merupakan pupuk dari sisa bahan organik yang berasal dari tanaman, hewan, dan limbah organik yang telah mengalami proses dekomposisi atau fermentasi. Beberapa kegunaan kompos adalah:

a. Dapat memperbaiki struktur tanah.
b. Dapat memperkuat daya ikat agregat (zat hara) tanah berpasir.
c. Dapat meningkatkan daya tahan dan daya serap air.
d. Dapat memperbaiki drainase dan pori – pori dalam tanah.
e. Dapat menambah dan mengaktifkan unsur hara.

4. Humus

Humus merupakan material organik yang berasal dari degradasi ataupun pelapukan dedaunan dan ranting tanaman yang membusuk dan akhirnya merubah humus menjadi (bunga tanah), dan kemudian menjadi tanah. Humus merupakan sumber makanan untuk tanaman, serta berperan penting bagi pembentukan dan menjaga struktur tanah. Senyawa humus juga berperan dalam pengikatan bahan kimia toksik atau racun dalam tanah dan air. Selain itu, humus dapat meningkatkan kapasitas kandungan air tanah, membantu dalam menahan pupuk anorganik larut dalam air, mencegah penggerusan atau keroposnya tanah, menaikan aerasi tanah, dan juga dapat menaikkan fotokimia dekomposisi pestisida atau senyawa-senyawa organik toksik. Kandungan utama dari kompos adalah humus. Humus merupakan penentu akhir dari kualitas kesuburan pada tanah, jadi penggunaan humus sama halnya dengan penggunaan kompos.


Pupuk NPK

Pupuk NPK
Courtesy of Pinterest

Pupuk NPK adalah pupuk buatan yang berbentuk cair dan padat yang mengandung unsur hara utama nitrogen, fosfor, dan kalium. Pupuk NPK merupakan salah satu jenis pupuk majemuk yang paling umum digunakan dan terkenal sampai manca negara.

Macam-macam pupuk NPK

Berikut ini beberapa macam pupuk NPK yang saat ini terkenal sampai ke manca negara.

1. Pupuk NPK Mutiara

Pupuk NPK Mutiara merupakan salah satu pupuk NPK yang mengandung 5 unsur hara baik makro ataupun mikro, yang dimana unsur-unsur tersebut sangat dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk ini tersedia dalam bentuk granul dengan warna biru pudar yang dikemas pada kemasan plastik. Pupuk NPK Mutiara dibuat melalui proses Odda atau melalui pelarutan pada batuan dengan asam nitrat.

2. Pupuk NPK Pelangi

Pupuk NPK Pelangi termasuk dalam golongan pupuk organik dengan kandungan yang bermanfaat untuk tanaman dengan kadar yang tinggi seperti N.P.K. Salah satu jenis pupuk ini dibuat melalui proses pencampuran fisik 3 bahan utama, yaitu diamonium phospat granul, urea granul, dan juga KCI flake. Berbeda dengan pupuk NPK Mutiara yang berwarna biru, pupuk ini justru memiliki warna-warni.

3. Pupuk NPK Phonska

Pupuk yang satu ini adalah pupuk yang diproduksi oleh PT. Petrokimia Gresik yang dikemas dalam karung yang berisi sekitar 20 kg dan juga 50 kg. Pupuk NPK Phonska juga berbentuk butiran, hanya saja warnanya merah muda hingga ke oranye. Apabila pupuk ini disimpan terlalu lama, maka akan membantu karena sifatnya yang higroskopis.

Manfaat pupuk NPK

Manfaat pupuk NPK sangat beragam, sebelum memutuskan untuk menggunakan pupuk ini, penting halnya Anda mengetahui manfaat-manfaat yang dihasilkannya. Berikut ini adalah manfaat pupuk NPK untuk banyak orang.

1. Metabolisme Tanaman

Kandungan kalium yang tinggi pada pupuk NPK, metabolisme tanaman akan meningkat karena tanaman akan memperoleh energi mulai dari batan hingga nantinya menghasilkan buah atau bunga.

2. Membantu Respirasi dan Pembelahan Sel

Pupuk ini akan membantu tanaman dalam melakukan respirasi yang normal, serta membantu terjadinya pembelahan sel pada tanaman tersebut. Hal itulah yang membuat tanaman akan tumbuh dengan subur.

3. Pembentukan Enzim dan Vitamin

Manfaat pupuk NPK selanjutnya adalah membentuk enzim dan vitamin yang tanaman butuhkan. Lalu pupuk ini juga akan merangsang nodulasi untuk membentuk klorofil.

4. Membentuk Dinding Sel Tanaman

Umumnya, tanaman yang memiliki kulit tebal dapat bertahan lama pada cuaca dan juga kondisi tertentu. Oleh karena itu, untuk menjaga kesehatan tanaman sebaiknya berikan pupuk NPK karena dapat membentuk dinding sel yang akan meminimalisir tanaman dari serangan jamur.

5. Merangsang Pertumbuhan Akar dan Daun Tanaman

Pupuk ini berguna dalam menetralisir asam organic. Selain itu, kalsium yang terkandung akan terhidrat menjadi CaO yang dapat membunuh gangguan gulma yang ada di sekitar tanaman.


Pupuk Urea

Pupuk urea
Courtesy of Pinterest

Pupuk Urea merupakan pupuk kimia yang mengandung Nitrogen berkadar tinggi. Unsur Nitrogen merupakan zat hara yang sangat diperlukan oleh tanaman. Pupuk urea berbentuk butir-butiran kristal berwarna putih. Pupuk urea dengan rumus kimia NH2 CONH2 merupakan pupuk yang mudah larut dalam air dan sifatnya sangat mudah menghisap air (higroskopis), oleh karena itu sebaiknya disimpan di tempat yang kering dan tertutup rapat. Pupuk urea mengandung unsur hara N sebesar 46{a8dfff4632db661fcb21b29b89c60a0c0716acd5ba8e568bac9dd4e83ab93c57} dengan pengertian setiap 100kg mengandung 46 Kg Nitrogen, Moisture 0,5{a8dfff4632db661fcb21b29b89c60a0c0716acd5ba8e568bac9dd4e83ab93c57}, Kadar Biuret 1{a8dfff4632db661fcb21b29b89c60a0c0716acd5ba8e568bac9dd4e83ab93c57}, ukuran 1-3,35MM 90{a8dfff4632db661fcb21b29b89c60a0c0716acd5ba8e568bac9dd4e83ab93c57} Min serta berbentuk Prill.

Ciri-ciri pupuk urea

  • Mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi.
  • Berbentuk butir-butir Kristal berwarna putih.
  • Memiliki rumus kimia NH2 CONH2.
  • Mudah larut dalam air dan sifatnya sangat mudah menghisap air (higroskopis).
  • Mengandung unsur hara N sebesar 46{a8dfff4632db661fcb21b29b89c60a0c0716acd5ba8e568bac9dd4e83ab93c57}.
  • Standar SNI 2801:2010

Fungsi pupuk urea

a. Dapat membuat daun lebih rimbun, segar, dan hijau.
b. Dapat mempercepat pertumbuhan tinggi tanaman.
c. Dapat memperbanyak jumlah anakan.
d. Dapat mempercepat pertumbuhan serabut akar.
e. Dapat mempercepat pertumbuhan panjang akar.
f. Dapat meningkatkan pertumbuhan lilit batang.
g. Dapat meningkatkan pertumbuhan tunas baru.
h. Dapat memacu adaptasi perumbuhan tanaman pada kondisi aklimatisasi.
i. Dapat mempercepat sintesis protein dalam tanaman.
j. Dapat meningkatkan laju fotosintesis.
k. Dapat memperbaiki sifat kimia tanah yang terkait dengan ketersediaan nitrogen dalam menunjang pertumbuhan tanaman.