Bahaya Pemanasan Global bagi Kesehatan Kita

Bahaya Pemanasan Global bagi Kesehatan Kita

Pemansan global atau dalam bahasa inggris disebut Global warming adalah suatu tahap bertingkatnya suhu rataa rata di atmosfer, daratan, dan lautan bumi. Suhu yang meningkat selama pemanasan global adalah sekitar 0,18 derajat celcius, selama seratus tahun terakhir ini. IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) menegaskan bahwasannya, “sebagian besar penaikan suhu rata rata gloobal terjadi sejah pertengahan abad yaitu abad ke 20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas gas pada rumah kaca penyebab aktivitas manusia”, melalui efek rumah kaca. Ketetapan dasar ini sudah dijelaskan oleh setidaknya kurang lebih 30 baan ilmiah dan akademik, termasuk juga semua akademis sains nasional dari negara negara G8. Walaupun itu, masih ditemkan beberapa ilmuwan yang masih tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikeluarkan oleh IPCC itu sendiri. Acuan model yang dijadikan metode oleh projek IPCC ini bisa menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 derajat celcius diantara tahun 1900 dan 2100. Perbedaan angka ini dikarenakan oleh penggunaan skema skema berbeda mengenai emisi gas gas pada rumah kaca pada waktu yang mendatang, serta beberapa model sensivitas iklim yang bebeda. Walaupun sebagian besar penelitian tertuju utama pada periode hingga 2100, pemansan dan kenaikan air permukaan laut diprekdisi akan terjadi terus menereus selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca sudah imbang. Ini menandakan besarnya kapasitas kalor lautan.

Penyebab pemanasan global

Penaikan suatu suhu bumi ini berakibat sangat besar bagi makhluk hidup yang ada di bumi termasuk kehidupan kita sebagai makhluk sosial. Akibat dari pemanasan global ini tidak secara langsung bisa mulai dilihat dan bisa dirasakan oleh kita. Misalnya musim ataupun cuaca yang masih sulit diprekisi sampai saat ini. Penyebab global warming atau pemanasan global ini mayoritas disebabkan oleh aktivitas manusia yang sama sekali tidak merasa mempunyai tanggung jawab ataupun kurangnya ilmu pengetahuan yang berdampak pemanasan global ini yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Banyak para ahli yang berpendapat mengenai akibat dari terjadinya pemansaan global ini. Salah satunya adalah permukaan bumi ini terjadi karena menaiknya gas rumah kaca pada atmosfer yang merangkap panas. Berikut adalah detail dari penyebab pemansan global yang sering terjadi pada lingkungan ini.

Efek rumah kaca

Efek rumah kaca
Via : inanesia.com

Efek ruma kaca adalah tahap atmosfer untuk menghangatkan planet. Efek rumah kaca ini terjadi karena panas yang dilentingkan oleh permukaan bumi yang setelah itu terjebak oleh gas gas yang berada di atmosfer. Sehingga panas ini tidak bisa diteruskan ke luar angkasa, melainkan dipantulkan kembali ke permukaan bumi. Efek rumah kaca ini mempunyai kegunaan bagi makhluk hidup, akan tetapi jika terlalu berlebihan akan membahayakan kehidupan yang ada di bumi karena efek rumah kaca bisa mengubah iklim dan juga cuaca yang ada di bumi.

Meningkatnya gas rumah kaca

Penggunaan CFC yang Tidak Terkontrol
Via : Bussy.org

Gas yang mengantungi sifat yang menumpukkan panas, sehingga panas yang terpantulkan oleh permukaan bumi tidak bisa diteruskan ke luar angkasa. Gas ini adalah gas rumah kaca, Gas yang mempunyai peran dan paling berperan adalah gas karbondioksida atau (CO2). Gas ini bisa meningkat karena pembakaran bahan bakar batu bara, pembakaran minyak bumi, dan pembakaran gas alam.

Penggunaan CFC yang Tidak Terkontrol

Meningkatnya gas rumah kaca
Via : moondoggiesmusic.com

CFC atau yang biasa di sebut Cloro Flour Carbon adalah salah satu bahan kimia yang dikombinasikan menjadi suatu bahan untuk meproduksi peralatan, terkhusus digunakan untuk membuat peralatan rumah tangga. CFC biasanya ada pada alat pendingin seperti Kulkas dan AC.

Polusi kendaraaan dengan menggunakan bahan bakar bensin

Kendaraan yang sering kita kendarai digunakan juga memberikan efek yang cukup besar dalam terjadinya pemanasan global atau yang biasa disebut dengan istilah global warming. Polusi yang didapat oleh kendaraan yang berbahan dasar bensin ini seperti motor, mobil, dan kendaraan yang lainnya dimana dari hasil pembakaran itu akan menghasilkan gas yang biasa di kenal dengan CO2 atau karbondioksida. Gas karbondioksida ini adalah salah satu akibat utama dari pemanasan global karena gas ini sendiri merupakan gas yang merangsak panas sehingga panas tidak bisa di teruskan ke angkasa luar.

Perkebunan, pertanian, dan pertenakan menyebabkan polusi metana

Gas metana sendiri adalah sebuah gas yang mendiami urutan kedua untuk salah satu penyebab terjadinya pemansan global ini. Gas metana ini diciptakan dari bahan bahan organik yang mendapatkan oksigen dari pemecahan bakteri yang sangat minim sekali. Misalnya di perkebunan, sedangkan itu pada peternakan, seperti usus hewan ternah, meningkatnya produksi hewan ternak untuk saat ini akan meningkatkan gas metana yang akan dilepaskan ke permukaan bumi.

Penggundulan hutan

Hutan mempunyai kegunaan untuk menyerap karbondioksida (CO2) dan mengeluarkan Oksigen (O2). Jika hutan rusak akibat dari pembalakan secara liar yang dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab, maka akan terjadilah peningkatan jumlah karbondioksida (CO2) di atmosfer bumi. Hal demikian lah yang menyebabkan terjadinya global warming.

Pemakaian listrik yang berlebihan

Energi listrik ialah salah satu kebutuhan dasar manusia. Tanpa listrik, maka kegiatan kita akan terasa sangat terganggu. Pembangkit lisktrik tenaga membutuhkan banyak batu bara dan minyak bumi untuk senantiasa bisa terus befungsi. Dari hasil pembakaran batu bara dan minyak bumi inilah yang bisa menghasilkan karbondioksida (CO2). Indonesia sendiri masih menggunakan pembangkit tenaga listik yang memakai minyak bumi dan batu bara sebagai bahan dasarnya. Sedangkan untuk di luar negeri sudah banyak yang menggunakan sinar matahari atau bahkan memakai air dan angin untuk dijadikan pembangkit tenaga listrik.

Volume kendaraan yang terus meningkat

Menambahnya jumlah kendaran juga memberikan dampak buruk bagi global warming yang begitu besar. Kendaraan yang terus menambah maka akan menghasilkan banyak sekali karbondioksida yang besar. Hal ini merupakan salah satu dari beberapa faktor yang menyebabkan pemanasan global.

Membakar sampah yang berlebihan

Membakar sampah secara membabibuta atau berlebihan dengan jumlah yang sangat besar juga akan menyebabkan terjadinya global warming. Karena hasil pembakaran sampah inilah akan menghasilkan gas metana yang dapat merangkap panas pada atmosfer bumi.

Dampak pemanasan global

Dari penjelasan yang sudah di paparkan diatas, dapat kalian ketahui hal hal apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Lantas apa saja dampak yang diakibatkan dari penyebab pemanasan global. Berikut adalah penjelasan mengenai dampak dari global warming.

Perubahan iklim dan cuaca

Perubahan iklim dan cuaca
Via : mediaindonesia.com

Pemanasan global dapat memberi dampak terjadinya perubahan iklim dan cuaca di berbagai penjuru dunia. Hal ini di sebabkan karena kondisi yang berubah di berbagai macam tempat akibat dari pemanasan global tersebut. Pada kondisi ini di kutub utara Bumi akan terasa lebih panas dan ini menyebabkan salju yang ada di daerah kutub bumi menjadi cair. Akibat dari global warming ini lah daerah yang di dekat kutub yang awalnya mengalami hujan salju ringan menjadi tidak lagi mengalami hujan salju ringan. Hal itu dikarenakan di wilayah kutub utara Bumi ini mempunyai lapisan ozon yang berlubang lebih besar daripada kondisi lapisan ozon di kutub selatan. Karena iklim yang tak stabil dan lebih mengarah ke peningkatan suhu, bisa saja membuat kondisi suhu pada musim dingin terasa lebih meningkat pada musim dingin sebelumnya. Hal ini akan berakibat pada penguapan air yang lebih besar dan menyebabkan banyak wilayah dan mengalami kekeringan yang berkepanjangan.

Mencairnya es di kedua kutub

Mencairnya es di kedua kutub
Via : Brillo.net

Dampak dari pemanasan global adalah mencairnya es yang berada di kutub utara dan juga es yang berada di kutub selatan Bumi. Seperti yang Anda ketahui bersama bahwa kutub utara dan kutub selatan bumi merupakan daerah yang penuh dengan es. Es yang berada di daerah kedua kutub tersebut volumenya lebih besar daripada yang berada di bukan kutub bumi. Pemanasan global merupakan peristawa meningkatnya suhu rata rata yang ada di bumi. Peningkatan suhu ini akan berakibat mencairnya es es yang berada di bumi, terlebih juga adalah es yang berada di wilayah kutub bumi. Dampak yang lainnya adalah di wilayah kutub bumi menjadi lebih hangat dan penguapan air yang akan menjadi lebih banyak.

Naiknya permukaan air laut

Naiknya permukaan air laut
Via : Liputan6.com

Pemanasan global akan menyebabkan suhu rata rata di bumi akan meningkat. Walaupun suhu kenaikan ini tidaklah terlalu terjadi secara drastis atau dengan kata lain secara cepat merambat. Meski demikian kenaikan suhu di bumi rata rata dapat menyebabkan perubahan kondisi global pada bumi. Adapun suhu rata rata di bumi ini juga tidak lepas dari suhu stmosfer bumi yang meningkat. Meningkatnya ushu rata rata bumi dan atmosfer ini akan menyebabkan es yang di daerah kutub menjadi cair secara perlahan lahan, baik kutub utara atau kutub sealtan. Akibat dari mencairnya es di kutub utara dan kutub selatan ini akan menyebabkan meningkatnya volume pada permukaan air laut. Hal ini disebabkan karena es yang mencair akan diteruskan ke dalam lautan dan menambahkan jumlah atau volume air laut. Pada saat volume air laut yang meningkat, maka permukaan air laut pun juga akan manaik. Kakus meningkatnya permukaan laut ini sendiri sudah terjadi sekitar abad 20 yang sudah mencapai 10 cm hingga 25 cm. Kemudian akan di kira kira oleh lembaga IPCC, kenaikan air laut ini hingga abad 21 akan mencapai 88 cm.

Banyak daratan yang tenggelam

Selanjutnya dampak yang diakibatkan oleh pemanasan global ini adalah tenggelamnya daratan yang ada di Bumi. Hal ini akan menyerang terutama pada pulau pulau kecil dan juga daratan yang berada di persisir pantai. Hal ini juga tidak luput dari kedua akibat pemansan global yang sudah dijelaskan di sebelumnya tadi, yaitu mencairnya es di wilayah kutub dan juga naiknya permukaan air laut. Mencairnya es di kedua kutub ini akan menambah volume air laut yang akan menyebabkan permukaan air laut ini meningkat dan menggeser garis permukaan di pantai yang menjadikan daratan yang bebas dari air akan menciut. Akibatnya banyak pulau pulau kecil yang akan tenggelam ataupun permukaannya akan tertutup oleh air dan juga garis pantai akan menjadi naik.

Menipisnya lapisan ozon

Pemanasan global juga akan memberi dampak masalah yang sangat serius. Masalah serius yang akan muncul dari global warming ini salah satu nya adalah menipisnya lapisan ozon yang menyelimuti bumi. Seperti yang sudah Anda ketahui bahwa lapisan ozon inilah sangat penting, karena keberadaannya di bumi bisa melindungi dari berbagai ancaman buruk yang akan masuk ke bumi, seperti memfilter sinar UV atau ultraviolet yang akan masuk ke permukaan bumi sehingga tidak langsung menyinari permukaan bumi dan memberikan dampak buruk bagi kita yaitu berbagai macam penyakit. Pemanasan global yang akan membuat suhu rata rata di bumi akan meningkat ini bisa menimbulkan lapisan ozon menjadi tipis dan bahkan menimbulkan lubang. Apabila lapisan ozon ini berlubang makan akan ada berbagai macam bahaya ataupun ancaman yang akan masuk ke permukaan bumi ini. Hal ini mempunyai arti lapisan ozon tidak akan menjalankan fungsinya sebagai mana mestinya. Dan ketika lapisan ozon ini tidak berguna begitu baik, maka bumi akan mendapatkan banyak kerugian akibat dari menipisnya lapisan ozon tersebut.

Terjadinya pergantian musim yang tidak teratur

Pemanasan global yang membuat suhu di bumi menjadi naik ini sangatlah berpengaruh buruk. Meningkat nya suhu rata rata bumi secara drastis ini membuat Bumi akan terasa lebih panas dari biasanya, banyak makhluk hidup yang mati, bahkan juga akan membuat pergantian musim di bumi ini menjadi tidak teratur sama sekali. Peragntai musim yang tak teratur sama sekali ini membuat musim yang sebelumnya ada akan sulit untuk ditebak kapan akan bergantinya. Terkadang satu musim akan menjadi lebih lama daripada musim lainnya. Sebagai contoh misalnya di Indonesia sendiri. Musim hujan dan juga musim kemaraupada awalnya terjading masing masing selama enam bulan sekali. Waktunya berlangsung untuk kedua musim inipun sangatlah teratur yaitu musim hujan dari bulan November hingga Maret dan untuk musim kemarau berlangsung bulan Oktober hingga April. Namun karena adanya global warming terkadang membuat keberadaan musim musim ini menjadi tidak teratur dan sulit sekali bagi kita untuk menebak kapan terjadinya musim tersebut. Dampaknya di Indonesia hujan turun di mana yang seharusnya musim kemarau dan musim kemarau pun tak berlangsung terlalu lama. Hal ini akan berdampak sangat buruk untuk manusia dan juga makhluk hidup lainnya, seperti bencana kekeringan, kita mudah terserang penyakit karena cuaca yang tidak menentu.

Produksi pertanian mengalami penurunan

Akibat yang dirasakan saat pemanasan global terjadi adalah turunnya produksi pertanian penduduk setempat. Hal demikian tidak luput dari dampak yang disebabkan oleh pemanasan global yang membuat iklim menjadi tidak stabil. Ketidakstabilan iklim ini akan membuat lamanya musim hujan dan kemarau menjadi sulit untuk ditebak kapan akan tiba. Lama curah hujan turun menjadi beragam ragam di setiap wilayahnya. Lama tidaknya curah hujan ini juga akan memberi dampak yang penting bagi produksi pertanian yang ada. Misalnya di negara Kanada, ketidak imbangan iklim membuat musim hujan di negara satu ini menjadi lebih panjang dari biasanya. Sehingga produksi pertanian di kanada akan melimpah ruah karena durasi tanam yang lebih panjang dari awalnya. Beda lagi dengan daerah negara Afrika yang akan mengalami masa kekeringan dan musim tanam yang lebih pendek. Sehingga hal yang satu ini akan menyebabkan produksi pertanian menjadi menurun. Kenaikan suhu secara global ini dapat menimbulkan akibat produksi pertanian menjadi turun hingga mencapai 4 persen untuk satu kali panennya.

Terjadinya perubahan pola hidup pada binatang dan tumbuhan

Dampak selanjutnya yang disebabkan oleh pemanasan global adalah terjadinya perubahan pola hidup binatang dan juga tumbuh tumbuhan. Wilayah bumi yang mengalami perningkatan suhu drastis bisa menyebabkan fauna atau hewan berimigrasi mencaru tempat yang lebih dingin. Sehingga hal demikian bisa membuat dampak di daerah yang mempunyai suhu yang lebih dingin memiliki banyak hewan. Hal ini juga bisa terjadi pada flora atau spesies tumbuhan. Banyak tumbuhan yang mengalami kematian karena sauhu di tempat yang lama sudah mulai memanas. Hal ini bisa memberi dampak yang serius dari tumbuhan mulai tumbuh pada tempat tempat yang baru yang mempunyai suhu yang lebih dingin dari tempat awalnya. Kenaikan suhu ini juga membuat banyaknya flora dan juga fauna mengalami kematian sehingga jika dibiarkan secara terus menerus, flora dan fauna ini bisa saja mengalami kepunahan. Banyak rerumputan dan tumbuhan yang berperan sebagai produsen namun sudah mati, sehingga makanan alami yang disediakan oleh alam pun akan mulai berkurang.

Menimbulkan banyak penyakit bagi manusia

Dampak selanjutnya yang diakibatkan oleh pemanasan global adalah munculnya penyakit yang berbagai macam jenisnya bagi manusia. Banyak jenis jenis penyakit yang bisa di timbulkan dari pemanasan global ini. Penyakit yang dapat ditimbulkan tersebut antara lain adalah stress, gangguan kardi vaskular, hingga penyakit stroke yang bisa membahayakan nyawa kita. Bukan hanya penyakit yang disebabkan karena munculnya dari virus virus yang dapat menyerang syaraf syaraf yang terdapat pada tubuh kita, banyak juga penyiakit yang dapat disebabkan karena adanya berbagai jenis binatang. Seperti penyakit malaria dan juga DBD atau demam berdarah yang ditimbulkan oleh jenis serangga nyamuk Aedes aegypti. Binatang ini akan terus berkembang biak dengan sangat cepat seiring dengan meningkatnya suhu permukaan bumi. Dan sebab itulah pemanasan global akan memberikan perkembangan penyakit jenis yang satu ini akan merebak luas.

Mengatasi pemanasan global

Upaya mengurangi global warming dapat dilakukan dari diri sendiri dan juga lingkungan disekitar kita. Walaupun itu tidak akan langusng tersebar luas atau terlihat langsung dampak dari usaha mengurangi ini, tetapi jika dilakukan terus menerus dan dilakukan oleh banyak masyarakat, beberapa tahun kedepannya pasti akan terlihat perubahan yang telah dilakukan. Upaya untuk mengurangi pemanasan global yang dapat anda lakukan adalah.

Melakukan penghematan listik

Melakukan penghematan listik
Via : Tokopedia.com

Dengan melakukan hemat listrik, secara tidak langsung anda sudah mengurangi kadar CO2 pada lapisan atmosfer karena sebagain mayoritasa gas CO2 ini dapat dihasilkan dari PLT (Pembangkit Listrik Tenaga) yang menggunakan bahan dasar fosil.

Menanam pohon

Menanam pohon
Via : Pertanianku.com

Reboisasi merupakan langkah untuk menyamakan kadar gas CO2 di lapisan atmosfer. Pohon nantinya akan menyerap CO2 dan segera melakukan fotosintesis untuk menghasilkan O2 yang masih segar. Dan hal ini akan menyebabkan udara pada lapisan atmosfer lebih sejuk dan pemansan global bisa di atasi walaupun masih langkah kecil.

Tidak menebang pohon hutan sembarangan

Seperti dijelaskan diatas tadi, pohon adalah tumbuhan yang menyedot gas CO2. Jadi, jika ditebang, terlebih lagi menebangnya dalam jumlah yang sangat banyak dan berlebihan, akan menimbulkan bahanya jika hutan di bumi terus di tebang secara sembarangan, hal ini akan menjadikan dampak pemanasan global yang akan semakin buruk untuk nantinya karena kurangnya bahkan tidak ada yang menyerap CO2. Dengan Dengan mengurangi dampak penebangan secara liar kita dapat membantu menjaga kelestarian alam yang saat ini banyak mengalami kerusakan hutan.

Menggunakan Energi Alternatif

Anda dapat memakai energi alternantif untuk sedikit mengurangi hal hal yang dapat menjadi penyebab global warming. Misalnya mengganti penggunaan pembangkit listrik yang berbahan dasar fosil dengan energi yang di hasilkan oleh sinar matahari, panas bumi, angin atau air.

Melakukan 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle)

Reuse merupakan cara untuk memanfaatkan sampah atau mengolah kembali barang yang lama sudah tidak terpakai atau penggunaan barang barang yang tidak sekali pakai, jadi barang ini masih bisa digunakan lagi dan dimanfaatkan untuk pemakaian kedua dan untuk seterusnya. Misalnya seperti menggunakan kertas bekas untuk coret coretan atau catatan untuk kebutuhan sehari hari atau menggunakan sapu tangan yang bisa digunakan kembali daripada menggunakan kertas tissue yang sangat tidak efektif.

Reduce yaitu upaya melakukan penghematan atau meminimalisir sampah. Misalnya hemat dalam neggunakan kertas dan tissue karena kedua barang ini berbahan dasar hari kayu yang harus ditebang dari pohon di hutan lebat. Atau juga bisa membeli produk berlabel ramah lingkungan demi mengurangi pemakaian produk yang di kemas plastik atau styrofoam. Dan berhenti menggunakan semprotan cairan aerosol untuk mengurangi CFC yang mana akan mengganggu lapisan Ozon di bumi.

Recycle yaitu mendaur ulang benda benda yang sudah tidak bisa digunakan lagi menjadi barang yang memberikan manfaat dan kegunaan. Misalnya dengan cara memisahkan barang barang yang berbahan dasar organik dengan bahan bahan yang berbahan dasar anorganik. Nantinya barang barang yang sudah di pisahkan ini akan di manfaat sedemikian rupa, contoh sampah organik daun daunan yang nantinya bisa Anda olah menjadi pupuk kompos dan untuk sampah anorganik seperti kardus bisa anda kreasikan menjadi kotak pensil atau pun barang lainnya yang nantinya bisa dijual dan menghasilkan uang.

Proses pemanasan global

Mungkin banyak yang bertanya bagaimana proses pemanasan global ini. Berikut adalah penjelasan lebih lengkap bagaimana proses terjadinya pemansan global. Saat sinar matahari mulai memasuki atmosfer bumi, sinar matahari tersebut harus lebih dahulus melewati gas rumah kaca. Sesudah itu akan mencapai seluruh permukaan bumi, panas ini akan diserap oleh ekosistem yang hidup di bumi. Sisanya akan dipantulkan kembali ke atmosfer. Sebagian sisa energi ini akan dikembalikan ke angkasa, akan tetapi sebagian lagi akan terperangkap oleh gas ruumah kaca di atmosfer dan akan di kembalikan lagi ke permukaan bumi. Sehingga peristiwa ini bisa disebut juga dengan ERK atau efek rumah kaca yang bisa mengakibatkan es yang berada di kedua kutub yaitu kutub utara dan selatan akan mencair. Jika hal ini dibiarkan terbengkali dan akan dilakukan secara terus menerus akan menyebabkan permukaan air di bumi menjadi naik. Hal ini biasanya menyebabkan pulau pulau kecil mulai tenggelam dan daerah yang memliki tepi pantai.

Jika pemansan global semakin lama tak kunjung segera ditangani dengan baik baik, maka hal yang satu ini bisa menyebabkan bahaya dan bisa semakin memperburuk kedaan bumi serta makhluk hidup yang hidup di dalamnya. Oleh karena itu kita sebagai manusia peru untuk mengupayakan atau mengurangi dengan menggunakan berbagai macam cara agar mencegah pemanasan global masuk.